Kamis, 29 Januari 2015

Bisa Kok Kalo Berlatih




Berkas:African Bush Elephant.jpg 
Apapun bisa terjadi. Gajah saja bisa main bola kalo sudah dilatih, begitu juga manusia bisa asal berlatih sungguh-sungguh. Orang yang bodoh sekalipun bisa menjadi pintar bila terus belajar. Teruslah berlatih biar bisa mahir.

KETIKA JODOH ITU BELUM DATANG

      Jodoh memanglah misteri bagi kita. Tetapi Jodoh akan datang ketika Allah melihat kita sudah siap menerimanya. Dan bukan karena kita menginginkannya . Oleh itu tetaplah berbaik sangka pada Allah.
Kita harus yakin jodoh kita pasti ada,meskipun tidak untuk saat ini..
kita harus percaya rencana-Nya yang terbaik dan terindah untuk hamba-hamba-Nya. Jadi,tak usah galau,tingkatkan ikhtiar yang baik dan diridhoi oleh-Nya serta bermunajat pada-Nya.
Semoga Allah berkenan mendekatkan jodoh bagi kita dengan seorang yang baik akhlaqnya Sholeh/Sholeha, baik untuk agama,dunia,dan akhirat..
     Kesabaran merupakan perkara yang amat dicintai oleh Allah dan sangat dibutuhkan seorang muslim dalam menghadapi ujian atau cobaan yang dialaminya. Sebagaimana dalam firman-Nya :   “…Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Al Imran : 146)
    Tak seindah yang dibayangkan, ketika diuji kesedihan sangat sulit menerima kenyataan itu. Bagi orang lain dengan mudah mengucapkan dengan kata sabar, namun yang menjalankan hal itu sulit diterapkan.
    Kisah percintaan yang dialami setiap manusia selalu unik dan berbeda-beda. Banyak yang bernasib mujur namun tidak sedikit pula yang kurang beruntung jika sudah bicara soal jodoh. Banyak orang yang berharap untuk segera dipertemukan dengan jodohnya, namun kadang kala hingga diusia senja tak pula kunjung mendapatkan jodoh. Banyak cara yang dilakukan orang untuk dapat menggapai jodoh yang dia inginkan, seperti ke biro jodoh, reality show bertajuk mencari pasangan, ataupun ke paranormal. Biasanya, jodoh tak kunjung datang itu akibat dari pribadi yang tidak mau berusaha dan berbenah diri untuk mencari alasan mengapa jodoh tak juga menghampiri kita. Padahal, sesuai dengan yang telah di janjikan oleh Allah bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan, artinya Allah memang telah mempersiapkan seseorang untuk dijodohkan dengan kita. Lalu mengapa jodoh itu tak kunjung datang? Di mana pasangan yang telah Allah janjikan? Apakah Allah telah ingkar dengan janjinya? Atau kita yang harus mengejar jodoh? Tidak mungkin Allah ingkar, karena Allah maha menepati janji. Jadi, seandainya jodoh itu tak kunjung datang juga, mungkin saja ada yang salah dengan diri kita. Dari pada pusing untuk datang ke biro jodoh atau mencari dan mengejar jodoh melalui ramalan bahkan paranormal, lebih baik menunggu sembari berdoa agar diberikan jodoh yang terbaik oleh Allah.
   Perlu di garis bawahi adalah jodoh di tangan Allah. Jadi, jemputlah jodoh itu dengan cara-cara yang sesuai ajaran Islam, serta memohonlah agar Allah memberikan jodoh yang baik kepadamu.

"Dalam surat Asy-Syura ayat 83, Allah berfirman, Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku Hikmah dan pertemukanlah aku dengan orang-orang yang shaleh,"
Selain itu, jodoh tidak dapat dihindari walau kita belum menginginkannya. Jodoh juga tidak dapat dikejar walaupun ketika kita terlalu menginginkannya.
Oleh sebab itu, Allah menentukan jodoh kita, maka tidak layak bagi kita merasa bimbang atau grasa grusu karena belum dapat (jodoh), kalau sudah sampai waktunya, jodoh itu pasti akan datang sendiri.
Lalu bagaimana apabila kita sudah beranjak tua dan jodoh pun tak kunjung menghampiri?
Firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 45, Dan jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya yang demikian itu amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk yaitu orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Rabbnya, dan mereka akan kembali kepada-Nya.
Dengan ayat itu Allah memberi harapan bahwa setiap doa yang disampaikan pada-Nya dengan tulus dan sungguh-sunguh pasti akan dikabulkan.
Karena dengan bersikap sabar dan melaksanakan sholat, hal itu yang membentengi kita dari godaan syaitan yang berharap manusia salah langkah dalam masalah jodoh.Bagi siapa saja yang sulit dan belum mendapatkan jodoh untuk tetap bersabar dan bertawakal kepada Allah agar diberikan pasangan yang terbaik dan beriman. Jangan sampai anak-anak muda sekarang ingin punya pacar tapi pergi ke biro jodoh dan dukun, bukan mereka yang kasih kita jodoh kok.
Memang setiap dari kita memiliki jalannya masing-masing, seperti halnya dengan rejeki dan jodoh kita. Izinkan saya untuk berbagi pengalaman cerita sahabat yang akan menikah dalam dekat ini.
Semua sudah memiliki jalannya masing-masing. Mungkin Allah punya kehendak lain. Jadi bersabarlah dulu bagi yang belum, yakinlah Allah pasti akan berikan yang terbaik, mungkin bukan saat-saat ini yang tepat. Jangan putus asa jodoh pasti bertemu. Kalau tak di dunia ya di akhir. Tetap semangat. Jalani hidup ini. Yakinlah Allah pasti tahu apa yang terbaik untuk kita.

Selasa, 30 Desember 2014

MANUSIA HARUS USAHA

 INGATLAH SEBAGAI MANUSIA KITA WAJIB BERUSAHA

Di dalam Islam menuntut setiap manusia itu bekerja, berusaha mencari rezeki untuk dirinya, keluarganya dan juga untuk kedua orang tuanya yang tidak mampu lagi untuk bekerja. Selain itu Islam juga menyatakan bahwa kerja, usaha, atau bisnis yang halal itu adalah merupakan tugas yang diamanahkan oleh Allah kepada seorang manusia. Maka apabila ia menjalankan tugasnya ataupun bekerja, dengan sendirinya berarti, bahwa ia juga sedang menunaikan amanah Allah. Dengan kata beribadat. Karena  tujuan hidup manusia di muka bumi ini tidak lain hanya untuk beribadah kepada Allah SWT saja.  Sebagaimana Allah SWT sudah menjelaskan kepada manusia dalam firmanNya:
” Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. 51:56)
Maka menurut Islam setiap kerja yang diredhai oleh Allah dan disertai dengan niat adalah ibadat. Oleh sebab itu setiap insan hendaklah menyadari dan menghayati bahwa setiap kegiatannya menjalankan kerja yang halal adalah wajib baginya dan kegiatannya itu sekiranya dimulai dengan niat, hendaklah dianggap sebagai ibadat. Bahkan Nabi Muhammad S.A.W bersabda:
“Barangsiapa bekerja untuk anak isterinya melalui jalan yang halal, maka bagi mereka pahala seperti orang yang berjihad di jalan Allah.” (Riwayat Al- Bukhari)
Selain dari itu Rasulullah S.A.W. juga bersabda:
“Mencari kerja yang halal itu adalah fardhu selepas fardhu”. (Riwayat Al- Baihaqi)
Dorongan Islam kepada umatnya untuk berusaha mencari rezeki supaya kehidupan mereka menjadi baik dan menyenangkan. Allah SWT menjadikan langit, bumi, laut dan apa saja untuk kepentingan dan manfaat manusia. Manusia hendaklah mencari rezeki yang halal. Firman Allah dalam surah An-Naba ,78 :10-11 :
“dan Kami jadikan malammu sebagai pakaian”, (QS. 78:10)
Di samping itu kita juga harus mengetahui bahwa setiap tugas atau kerja yang diberi oleh Allah kepada seseorang itu adalah menurut kemampuan orang tsb. Allah SW telah menyebutkan:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan apa yang terdaya olehnya”. (Al-Baqarah : 286)
Ketahuilah sebagai manusia kita harus berusaha dan terus usaha walau apapun hasilnya.Terkadang kita pasti merasakan kegagalan diawal usaha kita, namun tak jarang memperoleh keberhasilan.
Dan tidak ada alasan bagi seseorang pekerja itu untuk mengeluh dan mengatakan bahwa tugasnya terlalu berat dan sukar. Karena si pekerja itu sendirilah yang menginginkan pekerjaan tsb. Disamping itu setiap manusia hendaklah insaf bahwa menurut ajaran Islam setiap kegiatan kita di dunia ini akan diperhitungkan di akhirat nanti sebagaimana firman Allah:
“Tiap-tiap diri bertanggungjawab terhadap apa yang telah diperbuatnya”. (QS. Al-Muddaththir : 38)
Dari beberapa ayat tersebut diatas jelaslah bahwa mencari rezeki dianjurkan dalam Islam dalam rangka untuk mendapatkan kehidupan yang baik dan layak, sepanjang usaha yang dilakukan orientasinya adalah untuk ibadah pada Allah SWt. Dengan arti kata bahwa apa saja bentuk usaha yang kita lakukan jangan sampai melanggar nilai-nilai Islam, karena kalau terlanggar nilai nilai Islam tersebut, dan jangan sampai terlupakan hal- hal yang bersifat fardhu, maka ibadah kepada Allah SWT tak akan terpenuhi, sehingga usaha kita itu menjadi sia-sia belaka. Sehingga refleksi akhir dari sebuah ibadah adalah menjadi manusia yang bertakwa hanya kepada Allah SWT.
Dalam keadaan ekonomi semakin sulit  manusia berupaya untuk memenuhi segala bentuk kebutuhan hidup dengan berbagai cara. Beraneka ragam usaha, pekerjaan ataupun bisnis, yang dilakukan manusia pada saat ini dalam upaya untuk mencari rezki, untuk meningkatkan pola hidup, dan bermacam lapangan pekerjaan lainnya. Kita bisa lihat secara nyata dilingkungan kita sendiri, perkembangan bisnis, kerja atau usaha apa saja dilakukan oleh manusia yang penting ada tambahan pendapatan keluarga.

Selasa, 23 Desember 2014

INSYA ALLAH TAHUN BARU LEBIH BAIK

 Tak terasa tahun 2014 akan berakhir dan akan memasuki tahun 2015.
 Sungguh beruntung bagi orang-orang yang telah memanfa’atkan peluang yang diberikan Allah selama setahun lalu untuk meraih prestasi, meningkatkan kualitas penghambaan diri kepada Allah.

Kita semua berharap kualitas keimanan kita tahun ini lebih baik dari pada tahun lalu. Peningkatan kualitas keimanan itu tidak mungkin terdeteksi tanpa monitoring dan evaluasi secara kontinyu melalui muhasabah (introspeksi).

Untuk itu mari kita sempatkan diri untuk merenung, melakukan muhasabah. Sifat-sifat jelek yang masih ada perlu dicatat, diingat-ingat untuk dipikirkan bagaimana cara mehilangkannya.
Kelemahan dan kekurangan perlu diidentifikasi dan dicermati untuk dicarikan solusi. Sedang kebaikan, kekuatan, dan keberhasilan yang sudah dianugerahkan Allah selama setahun lalu perlu disyukuri dengan meningkatkan intensitas amal dan mengembangkannya sehingga lebih banyak orang yang bisa mengambil manfa’at.

Perlu senantiasa diingat, bahwa semua amal meskipun sebesar dzarrah harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Maka tidak mengherankan bila sahabat Rasulullah SAW yang terkenal wara’ yakni Umar bin Khaththab pernah berpesan, “Haasibuu anfusakum qabla an tuhaasabuu.” (Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab).

Bila terlanjur mati dan dihisab di negeri akhirat manusia tidak punya kesempatan lagi untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Senyampang usia masih dikandung badan, Allah masih beri kesempatan untuk melakukan mawas diri, mari kita manfa’atkan kesempatan akhir dan awal tahun baru ini untuk melakukan instrospeksi untuk memperbaiki diri.

Waktu yang relatif panjang, satu tahun atau 365 hari berlalu begitu saja tanpa kita sadari. Usia kita hidup di dunia telah berkurang satu tahun. Artinya ajal telah lebih dekat kepada kita selama satu tahun dan kita telah kehilangan kesempatan untuk beramal selama satu tahun.

Sungguh mengherankan orang-orang yang merayakan ulang tahun dengan berpesta-pora, berdansa dansi, dan ketawa ketiwi di restorant mewah dan di hotel yang megah. Mereka lupa bahwa ajalnya semakin dekat, sehingga lupa pula mempersiapkan diri menyambut kedatangan malaikat maut mencabut nyawa mereka.

Padahal apabila sang pencabut nyawa datang, mata mereka akan terbelalak, badan mereka akan menggigil ketakutan, nyali mereka akan menciut, harapan untuk hidup menjadi kecut. Bila telah tiba saatnnya, maka kematian itu tidak bisa dimajukan dan tidak bisa pula diundurkan.

قُلْ لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلا نَفْعًا إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلا يَسْتَقْدِمُونَ

Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah”. tiap-tiap umat mempunyai ajal[696]. apabila telah datang ajal mereka, Maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).[QS. Yunus : 49]

Bahkan taubat yang dilakukan saat kedatangan maut itu tidak diterima Allah.

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الآنَ وَلا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.[QS An-Nisaa' : 18]

Saudaraku, kematian itu datangnya sudah pasti, tidak ada yang meragukannya lagi, maka mari kita mempersiapkan bekal untuk menghadapinya. Allah SWT menyeru orang-orang beriman untuk bertaqwa dan mempersiapkan bekal untuk hari esok.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.[QS Al-Hasyr : 18]

Mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal di negeri akhirat dan sebaik-baik bekal adalah taqwa.

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلا رَفَثَ وَلا فُسُوقَ وَلا جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الألْبَابِ

(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi[122], Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, Maka tidak boleh rafats[123], berbuat Fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa[124] dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal.[QS Al-Baqarah : 197]

Kapan lagi untuk bertaqwa kalau tidak sekarang. Di belakang kematian mengejar kita tanpa mengenal lelah dan tanpa mengenal waktu. Sedangkan di depan kuburan dengan sabar menanti jasad kita. Faaina tadzhabuun? [QS At-Takwir : 26]

Maka kemana kalian akan pergi, selain menghadap Ilahi ? Sekuat apapun, sehebat apapun, dan sesibuk apapun semua orang pada akhirnya harus pergi menghadap Allah untuk mempertanggungjawabkan amal mereka. Semoga Allah memilih kita menjadi hamba yang beriman, bertaqwa, dan mendapat ridla-Nya, aamiin.
Hari demi hari ,bulan demi bulan, tahun demi tahun tidak terasa kita lewati, serasa hidup ini begitu cepat untuk kita rasakan dan kita lewati, yang dulu anak-anak sekarang sudah punya anak, yang dulu dewasa sekarang beranjak tua, dan yang dulu tua sekarang beranjak pikun dan menghadapi masa sangat tua.
Diakhir tahun ini kita jadikan momentum diri untuk  mengevaluasi (Muhasabah) diri sejauh mana kehidupan kita dapat bermanfaat bagi dirikita, ataupun orang lain serta sejauh mana kedekatan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.selain itu juga sebagai momentum diri sejauh mana kesuksesan target kita dalam mencapai impian kita.
Kita ketahui masa lalu adalah masa yang kita lalui yang merupakan cerminan,pembelajaran dirikita dimana masa sulit,masa senang yang pasti kita lalui apakah tahun ini lebih baik dari tahun kemaren, seperti dalam agama Islam

“Barang siapa yang hari ini, tahun ini lebih baik dari hari dan tahun yang lalu, dialah orang yang sukses, tapi siapa yang hari dan tahun ini sama hari dan tahun kemarin maka dia orang yang tertipu, dan siapa yang hari dan tahun ini lebih buruk dairpada hari dan tahun kemarin maka dialah orang yang Merugi”

Kamis, 27 November 2014

INI TENTANG KEIKHLASAN

Setiap manusia pasti diuji dan harus ikhlas dalam menghadapinya. Ikhlas adalah satu kata yang sangat mudah diucapkan oleh setiap orang, termasuk orang munafik dan kafir sekalipun. Tetapi sejatinya kata inilah yang paling berat dan paling sulit untuk direalisasikan. Terkadang manusia mampu menjaga keikhlasan di awal perjalanan, tetapi di tengah jalan berbagai macam ujian dan cobaan menghadang sehingga  menjadi kendur, luntur dan jatuh kecebur sumur riya’ dan ujub. Na’udzubillahi min dzaalik.
Sesungguhnya pohon keikhlasan akan menghasilkan buah keikhlasan: manis, indah, dan menyenangkan. Karena berasal dari pohon yang baik, akarnya kuat dan kokoh sedangkan cabangnya menjulang ke langit, menghasilkan buahnya setiap saat (Lihat surat Ibrahim: 24-25)



Kamis, 06 Maret 2014

OPTIMIS DAN PANTANG MENYERAH


Selalu Optimis,Pantang menyerah. Tetap Semangat

Selalu Optimis dalam Menghadapi Tantangan Hidup

Optimis berarti tidak ada keraguan dengan apa yang kita lakukan. Dengan adanya sikap ini maka kita akan selalu yakn dengan apa yang sudah kita rencanakan, yakin dengan apa yang kita lakukkan, dan yakin dengan hasil yang akan kita capai. Penanaman sikap optimis tidak mudah dibentuk dalam sekejab, sebenarnya butuh proses pembiasaan dan penanaman sikap optimis. Hal ini sebenarnya dapat kita lakukan sejak dini ketika usia masih anak-anak, untuk itu hal ini perlu diketahui juga oleh para arang tua dan para pendidik dari tingkat dasar sampai tingkat tertinggi.

Pantang menyerah adalah sikap yang tak mengenal lelah dan tak pernah putus asa meskipun banyak rintangan maupun kegagalan. Sikap ini akan membuat seseorang untuk terus berusaha dan terus mencoba. Sikap ini juga akan mendorong seseorang untuk terus memperjuangkan apa yang akan dilakukannya.

Sebenarnya, ketika Anda berpikir apa yang bisa Anda lakukan dalam menghadapi ujian dunia ini, maka Anda dapat menempuh banyak cara dan upaya. Hanya saja, kunci dari semua nasihat yang diberikan itu bertumpu pada satu kata, “optimis”.
Benar, optimislah!”
Hal apa lagi yang membuat hidup kita tidak berjalan normal, melainkan ia disebabkan oleh kehilangan harapan, lemahnya tekad, pesimis dan frustasi yang terus menghantui.
Apa lagi yang membuat hidup kita menjadi bergairah apabila kita optimis, terus berharap, melalaikan duka-lara, gembira, dan semangat dalam menghadapi segala kehidupan dan tantangannya. Mari kita ubah segala kondisi negatif yang melingkupi kita menjadi peluang. Tinggalkan rasa jenuh dan bosan dengan usaha pantang menyerah demi suatu perubahan!
"Dia yang menginginkan untuk terus hidup, maka akan kuat menghadapi apa pun "
Mengapa Anda harus optimis. Agar Anda lulus menghadapi ujian dunia ini, agar semua aktifitas Anda sekarang ini mengantarkan Anda lulus dalam menghadapai ujian, agar setiap langkah yang Anda tempuh akan mengantakan pada gerbang kesuksesan, dan agar semuanya tampak ringan dan benar-benar ringan ketika Anda menjalaninya. 

Rabu, 05 Maret 2014

PENGALAMAN JURUSITA PENGGANTI DI PENGADILAN AGAMA ARGA MAKMUR

Nama saya Armalina, S.H. Saya bekerja di Pengadilan Agama Arga Makmur. Terletak di Kabupaten Bengkulu Utara. Di tahun 2012 saya dan dua teman saya yang laki-laki diangkat menjadi jurusita pengganti. Pengalaman pertama sebagai jurusita penganti yaitu ditugaskan di Desa Padang Jaya di Unit III. Di sana banyak transmigrasi. Sebelum menjalankan tugas saya banyak bertanya kepada teman yang senior dan menanyakan daerah tempat saya menyamopaikan relass panggilan. Saya berangkat setelah sholat zuhur dan makan siang. Alhamdulillah lancar dan bertemu dengan Penggugat karena cerai gugat, namun sayang saya tak bertemu dengan Tergugat maupun Kepala Desa ataupun Sekretaris Desa kebetulan tak ada di rumah, akhirnya saya pulang karena takut kemalaman. Alhamdulillah esok harinya Pak Kepala Desa mau menyampaikan panggilan. Namun pernah saya kesulitan pada panggilan lain, kebetulan dalam kota, ada Lurah tak mau kerja sama.Untuk menyampaikan relas panggilan kepada pihak Tergugat saja kadang-kadang  saya harus beberapa kali mendatangi rumah mereka dan selalu tidak ketemu dengan pihak Tergugat. Nah itu masalahnya bahwa Lurah  tidak mau menerima  atau menanda tangani relaas panggilan yang disampaikan  dengan alasan  bahwa yang mengetahui wilayah dan kenal dengan warganya adalah Ketua  RT malah saya pernah dibentak-bentak dan diomeli oleh ada seorang Lurah, padahal saat itu kondisi saya lagi sakit, dan demi tugas saya paksakan diri untuk menyampaikan panggilan, sedangkan menurut Undang-Undang Ketua RT tidak berhak menandatangani Relas Panggilan.
Memang ada sebagian kecil Lurah atau Kepala Desa yang mau menanda tangani relaas panggilan tersebut namun dengan syarat harus minta tanda tangan dulu kepada Ketua RT baru Lurah atau Kepala Desa mau menanda tangani relas tersebut. Nah itulah salah satu persoalan yang membuat juru sita pusing kepalanya.
Seperti kita ketahui bahwa Surat Panggilan (Relaas) merupakan salah satu instrument yang sangat penting dalam proses beracara di Pengadilan, tanpa surat panggilan maka kehadiran para pihak di persidangan tidak mempunyai dasar hukum. Surat Pangilan (Relaas) dalam Hukum Acara Perdata dikatagorikan sebagai akta autentik.
Pasal 165 HIR dan 285 R.Bg serta pasal 1865 BW menyebutkan akta autentik adalah suatu akta yang dibuat dihadapan pegawai umum dalam bentuk yang ditentukan oleh Undang-undang yang berlaku. Sehingga apa yang dimuat dalam relaas harus dianggap benar kecuali dapat dibuktikan sebaliknya.
Panggilan dalam Hukum Acara Perdata adalah menyampaikan panggilan secara resmi dan Patut  kepada pihak-pihak yang terlibat dalam suatu perkara di pengadilan agar memenuhi dan melaksanakan hal-hal yang diminta dan diperintahkan majelis hakim.
Yang dimaksud Resmi adalah pemanggilan harus tepat menurut tata cara yang telah ditentukan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan yang disebut Patut adalah dalam menetapkan tanggal dan hari persidangan hendaklah memperhatikan letak jauh dekatnya tempat tinggal pihak-pihak yang berperkara, yakni tenggang waktu yang ditetapkan tidak  boleh kurang dari tiga hari sebelum acara persidangan dimulai dan didalamnya tidak termasuk hari besar atau hari libur.
Menurut Undang-Undang 9 tahun 1975 dan pasal 138 ayat ( 3 ) dan  kompilasi Hukum Islam, jika para pihak yang dipanggil tidak dijumpai ditempat kediamannya, maka panggilan harus diserahkan melalui Kepala Desa atau Lurah. Terhadap ketentuan ini supaya  panggilan tersebut diserahkan melalui aparat yang berada dibawah Kepala Desa yakni RT.  Sebab RT ditafsirkan termasuk salah satu aparat desa/aparat kelurahan sehingga panggilan yang diserahkan melalui RT sah secara hukum dan mempunyai kekuatan hukum.
Sedangkan pakar hukum lain berpendapat surat panggilan yang disampaikan melalui RT tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum karena lembaga tersebut bukan pejabat umum (publik) , karena berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan pejabat umum yang paling rendah adalah Kepala Desa / Lurah sedangkan lembaga yang berada dibawahnya tidak termasuk pejabat public.Panggilan dalam Hukum Acara Perdata adalah menyampaikan panggilan secara resmi dan Patut  kepada pihak-pihak yang terlibat dalam suatu perkara di pengadilan agar memenuhi dan melaksanakan hal-hal yang diminta dan diperintahkan majelis hakim.
Yang dimaksud Resmi adalah pemanggilan harus tepat menurut tata cara yang telah ditentukan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan yang disebut Patut adalah dalam menetapkan tanggal dan hari persidangan hendaklah memperhatikan letak jauh dekatnya tempat tinggal pihak-pihak yang berperkara, yakni tenggang waktu yang ditetapkan tidak  boleh kurang dari tiga hari sebelum acara persidangan dimulai dan didalamnya tidak termasuk hari besar atau hari libur.
Menurut Undang-Undang 9 tahun 1975 dan pasal 138 ayat ( 3 ) dan  kompilasi Hukum Islam, jika para pihak yang dipanggil tidak dijumpai ditempat kediamannya, maka panggilan harus diserahkan melalui Kepala Desa atau Lurah. Terhadap ketentuan ini  supaya  panggilan tersebut diserahkan melalui aparat yang berada dibawah Kepala Desa yakni RT.  Sebab ditafsirkan termasuk salah satu aparat desa/aparat kelurahan sehingga panggilan yang diserahkan melalui RT sah secara hukum dan mempunyai kekuatan hukum.
Sedangkan pakar hukum lain berpendapat surat panggilan yang disampaikan melalui RT tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum karena lembaga tersebut bukan pejabat umum (publik) , karena berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan pejabat umum yang paling rendah adalah Kepala Desa / Lurah sedangkan lembaga yang berada dibawahnya tidak termasuk pejabat publik.
Secara filosofis bahwa tujuan yang paling mendasar diadakannya suatu panggilan sidang adalah agar para pihak yang berperkara mengetahui secara jelas kapan dan dimana sidang dilaksanakan dan juru sita /jurusita pengganti dapat menyampaikan secara langsung relaas tersebut, apakah melalui Kepala Desa atau RT itu bukan persoalan jika para pihak tidak dijumpai ditempat kediamannya, yang penting adalah aparat tersebut menyampaikannya kepada para pihak yang dipanggil. Secara pilosofi panggilan melalui RT sah, karena RT adalah aparat pemerintahan yang  terendah.  merupakan perpanjangan tangan Kepala Desa dalam mengurus warga masyarakat yang berada diwilayahnya.
Tentunya panggilan tersebut harus dilengkapi seperti halnya panggilan melalui Kepala Desa antara lain ada cap dan tanda tangan RT. Secara Sosiologis aparat pemerintahan yang paling dekat dan gampang ditemui oleh warganya adalah RT dan ketua RT relatif mudah mengenal warganya satu persatu dibanding kepala desa, apalagi jika wilayahnya luas dan warganya padat, karena sering dijumpai jarak tempat kediaman warga dengan kantor kepala desa sangat jauh bahkan ada yang menggunakan kendaraan ekstra prima karena lokasi yang sangat sulit dan terjal.
Sehingga oleh karena hukum itu harus mengikuti perkembangan masyarakat maka seyogyanya hukum pun mengantisipasi melalui proses legislasi jika ada hal-hal yang baru dimasyarakat sehingga hukum itu diamaknai benar-benar memberikan pengayoman dan kemudahan terutama bagi para pencari keadilan Dari beberapa pandangan tersebut diatas penulis berpendapat panggilan melalui RT merupakan ijtihad Hakim melalui metode penafsiran mengenai patut atau tidaknya suatu panggilan. Selama itu tidak ada upaya hukum, maka tidak ada masalah, akan tetapi jika itu sampai kepada upaya hukum kasasi maka MARI kemungkinan besar akan membatalkan putusan tersebut karena hakim salah dalam menerapkan hukum.
Saya pernah mengalami jalannya sulit, namun karena tanggung jawab saya laksanakan. Sudah jauh eh diomeli oleh salah satu pihak berperkara. Namun sejauh ini lancar, pernah juga salah jalan dan tak tahu arah pulang serta pulang malam, untung ada yang berbaik hati mengantarkan saya ke jalan besar dan menunjukkan arah jalan pulang. Terima kasih buat yang menolong saya. Resiko sebagai jurusita pengganti sangat berat karena tak ada jaminan keselamatan apalagi asuransi jiwa bila terjadi sesuatu yang tak diinginkan misalnya kecelakaan dalam menjalankan tugas.
Wahai jurusita dan jurusita pengganti kalian adalah ujung tombak Pengadilan.
Terkadang diusir oleh pihak lawan dalam berperkara, dan berbagai pengalaman lainnya yang luar biasa selama menjadi jurusita pengganti.
Terkadang ada jurusita atau jurusita yang harus mempertaruhkan nyawanya karena medan yang berat.
Saya salut dengan teman-teman yang menjadi jurusita dan jurusita di seluruh Indonesia.