Senin, 17 Februari 2014

TERIMA KASIHKU KEPADAMU IBU ATAS SEMUA KASIH SAYANGMU PADAKU

Ibu mempunyai peranan penting bagiku. Begitu juga dalam Islam, ibu itu begitu mulia. Karena dari rahim dialah banyak sekali pemimpin yang berhasil. Yang paling terkenal adalah Nabi Muhammad Saw. Bahkan Nabi pun bersabda, “Surga terletak di bawah telapak kaki ibu.”Karena terkenalnya hadis ini, sosok ibu itu menjadi tokoh yang dikagumi oleh anak-anaknya. Di Indonesia sendiri, diperingati secara khusus pada setiap tanggal 22 Desember yaitu sebagai Hari Ibu.
Kemuliaan ibu memang sudah dikenal sejak zaman dulu. Setelah Allah menurunkan Adam dan Hawa ke bumi, kemuliaan sosok ibu terpancar lewat Hawa terutama dari keajaibannya bisa mengeluarkan air susu buat anak-anaknya. Kini kita mengenalnya sebagai Air Susu Ibu [ASI]. Tak dipungkiri lagi, manfaat ASI sampai detik ini pun tetap nomor satu bagi pertumbuhan anak. Itu secara fisik saja. Sedangkan secara psikologisnya, dari dulu ibu adalah sosok yang dipercaya memiliki intuisi tajam dalam merawat anak. Intuisi ini bahkan seringkali bersifat spiritual. Misalnya, perihal izin dan restu. Dalam Islam, seseorang yang melakukan sesuatu atas izin dan restu dari ibu adalah kepatuhan yang bisa berdampak baik di mata Allah. Tak heran dalam sebuah riwayat, Nabi sempat menghadapi pengikutnya yang menanyakan izin dari ibu ketika hendak berperang. Seorang lelaki muda meminta saran kepada Nabi dan berkata, “Wahai Nabi Allah, saya ingin sekali pergi ke medan jihad untuk kemajuan Islam. Namun ibuku tidak memberiku izin. Apa yang harus saya lakukan?” Nabi pun menjawabnya, “Tinggalah bersama ibumu. Demi Tuhan yang memilih saya sebagai Nabi bahwa kamu mendapatkan pahala untuk mengikuti keinginannya walau semalam dan membahagiakannya dengan kehadiranmu, jauh lebih besar ketimbang perang jihad selama satu tahun.”

Kisah tersebut adalah sebagian kecil dari sekian banyak Islam memuliakan sosok ibu.
Yang jelas tanpa Ibu mungkin aku tak bisa seperti ini, karena ibu yang mengandung, melahirkan anaknya, serta menyusui dan merawat anaknya sampai dewasa. Terima kasihku Ibu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar